19 Mei, 2010

♥♥ CORAT - CORET ANGKA 19 ♥♥

♥ sejak itu pula aku bingung, waktu berjalan dan menunjukkan di 19 tahun tepat tanggal 10 mei 2010 tapi, aku masih terpukul, terpuruk belum siap menjalani waktu yang berlalu dan belum siap bersandi padahal tatapanku masih kuram dan kusam, sejenak aku tatap langit yang biru, aku bingung belum siap

♥ tapi dibalik semua itu aku bahagia karena aku masih diberi sebuah umur yang panjang, karunia yang sungguh luar biasa. Aku berharap di 19 tahun ini aku bisa lebih kuat dan bersabar menghadapi cobaan ini.

♥ ini karya aku, sebagai persembahan hari yang spesial ini...moga berkenan dan bermanfaat buat kalian semua...

♥♥ ♪ ♣ Suara rebana sahabat ♪ ♣ ♥♥

suatu saat nanti kita akan kembali bersama
melanskap arah dan tujuan kita bersama
dunia yang terjal dan bergunung
berpori kasih penuh ukiran akan meniupnya
entah dengan apa kuimajinasikan dan kulontarkan
berbelantara kasih berirama mutiara ini
kita bersama jawab teka teki misteri
didalam tidur yang penuh mimpi kita temukan segumpal kenangan manis
untuk kita jahit dan kita kepakkan
menjadi dermaga dilaut tua
masih kusimpan suara rebana itu
dan kurangkai tarian bintang lewat detik waktu

sahabat
:apakah raut wajahmu masih kembar?
hari ini kucoba berlabuh sambil berbisik
merangkai hari kasih sayang
aku masih menguntai doa syukur kita
disebuah perjalanan panjang ini
lalu kukuburkan dalam mentari yang bernaungan anugrah

19 April, 2010

Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 2010

Setelah terakhir kali Novel “Tanah Tabu” karya Anindita S. Thayf – yang menjadi pemenang pertama sayembara novel 2008 – telah sukses diterbitkan Gramedia Pustaka Utama pada medio 2009 lalu, Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta kembali hadir tahun ini mencari karya-karya terbaik lainnya.

Sayembara 2 tahunan ini terbuka bagi siapa saja, baik dari pengarang Indonesia yang sudah punya nama maupun pemula, yang memperlihatkan kebaruan dalam bentuk dan isi. Sayembara akan mencari karya terbaik sebagai pemenang utama untuk dihadiahi uang tunai sebesar Rp 20.000.000, dan empat pemenang unggulan yang akan dihadiahi uang tunai masing-masing sebesar Rp 7.500.000.



Untuk merangsang dan meningkatkan kreativitas pengarang Indonesia dalam penulisan novel, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali menyelenggarakan Sayembara Menulis Novel. Lewat sayembara ini DKJ berharap lahirnya novel-novel terbaik, baik dari pengarang Indonesia yang sudah punya nama maupun pemula, yang memperlihatkan kebaruan dalam bentuk dan isi. Adapun persyaratannya sebagai berikut:


Ketentuan Umum


* Peserta adalah warga negara Indonesia (dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk atau bukti identitas lainnya).
* Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah.
* Naskah belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun, baik sebagian maupun seluruhnya.
* Naskah tidak sedang diikutkan dalam sayembara serupa.
* Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik.
* Tema bebas.
* Naskah adalah karya asli, bukan saduran, bukan jiplakan (sebagian atau seluruhnya)

Ketentuan Khusus

* Panjang naskah minimal 150 halaman kuarto, 1,5 spasi, Times New Roman 12
* Peserta menyertakan biodata dan alamat lengkap dalam lembar
* tersendiri, di luar naskah
* Empat salinan naskah yang diketik dan dijilid dikirim ke:

Panitia Sayembara Menulis Novel DKJ 2010
Dewan Kesenian Jakarta
Jl. Cikini Raya 73
Jakarta 10330


* Batas akhir pengiriman naskah: 30 September 2010 (cap pos atau diantar langsung)
Lain-lain
* Para Pemenang akan diumumkan dalam Malam Anugerah Sayembara Menulis Novel DKJ 2010 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada pertengahan Januari 2011.
* Hak cipta dan hak penerbitan naskah peserta sepenuhnya berada pada penulis.
* Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan surat-menyurat.
* Pajak ditanggung pemenang.
* Sayembara ini tertutup bagi anggota Dewan Kesenian Jakarta periode 2009-2012.
* Maklumat ini juga bisa diakses di www.dkj.or.id
* Dewan Juri: Agung Ayu, Anton Kurnia, dan A.S. Laksana


Hadiah


* Pemenang utama Rp. 20.000.000
* Empat pemenang unggulan @ Rp. 7.500.000

Selamat berlomba!

Dimas Fuady
Public Relations Jakarta Arts Council
www.dkj.or.id

05 April, 2010

PUISI, KATA MUTIARA

Pada dasarnya puisi itu merupakan rangkain kata yang merupakan ungkapan dari perasaan.
Sama pada halnya dengan kata mutiara, Tetapi kata mutiara ini lebih banyak mengadung banyak makna yang bisa membangun kita.
Jika anda kesulitan dalam hal ini saya siap membantu

Hubungi 081322585742

Saya siap untuk membantu berpuisi ataupun berkata mutiara.

-Thanks-

30 Maret, 2010

Lirik Lagu Afgan - Cinta Dua Hati

Afgan – Cinta Dua Hati (OST Cinta Dua Hati)


tak ku sangka dirimu hadir di hidupku

menyapaku dengan sentuhan kasihmu


ku sesali cerita yang kini terjadi

mengapa disaat ku telah berdua


maafkan bila cintaku

tak mungkin ku persembahkan seutuhnya

maaf bila kau terluka

karena ku jatuh di dua hati


maafkan bila cintaku

tak mungkin ku persembahkan seutuhnya padamu

maaf bila kau terluka

karena ku jatuh

karena ku jatuh di dua hati



Lirik lagu Afgan – Cinta Dua Hati (OST Cinta Dua Hati) ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 Afgan – Cinta Dua Hati (OST Cinta Dua Hati).

Lirik Lagu Andhareza - Harga Diri

Adhareza – Harga Diri


aku merasa ada yang lain dari caramu

caramu perlakukanku

di setiap aku berada di dekatmu


* aku merasa ada cinta selain cintaku

sedang tubuh di hatimu

di setiap aku berada di sampingmu


reff:

aku lelaki punya harga diri

jangan permainkan cintaku ini

nanti aku bisa pergi untuk selama-lamanya


aku lelaki juga punya hati

jangan permainkan hatiku ini

nanti aku bisa pergi untuk selama-lamanya


repeat *

repeat reff


aku merasa ada cinta selain cintaku

sedang tubuh di hatimu

di setiap aku berada di dekatmu

aku berada di sampingmu



Lirik lagu Adhareza – Harga Diri ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 Adhareza – Harga Diri.

Puisi ku...

EPISODE ALAM

I
kudaki aroma amis ini
sejauh mana teka teki bumi ini bisa terjawab
usai merobohkan sejuta mayat
tak tercium lagi lilin-lilin kehidupan
eksotiknya lorong mentaripun berkabur
sampai kapan episode ini akan terus berlanjut
jiwa raga ini kuncup oleh tebing yang tak beroksigen
berilah aku sedikit ruangan ilusi untuk surya
barangkali kunang-kunang jiwa ini masih
bisa berzikir degup kenangan
II
ketika insan menatap goresan laba-laba pun
masih banyak glamor hitam didalamnya
episode ini harus berhenti karena gurat-gurat wajah disenja itu mulai pupus
tak dapat menikmati pijitan azanmu
tak dapat lagi mengukir kehidupan
karena sejuta kamar pengap biadap
III
dengan merdu asap cerutumu mengaung
merobohkan sejuta negeri khasanah ini
pesan apa yang datang
membilur istana merah pekat
kita harus simpan ode denting piano
untuk meradam episode ini
karena bocah-bocah beranjak dalam pemikiran
berilah ia sedikit kasih dan sayang
karena disetiap ubunnya terdapat sejuta makna
untuk menggali irama prolog kehidupan
Jakarta, Januari - Februari 2010

22 Februari, 2010

Puisi karya aku saat masih duduk di bangku SMP dari Teater Asba SMP N 23 Purworejo.



SAYAP DI SENJA ITU

Akan kudaki aroma mentari yang terbang di surga
untuk menyongsong cakarawala yang sedang tidur
belaian mutiara membuka hati, pikir
kupahat dua kuntum bunga mawar
untuk merona sebuah ketulusan yang biru
surya yang lembut akan terdiam
memutuskan sayap – sayap di angan lembang
Saat di senja itu
kupu – kupu dan kumbang menyatukan cita – cita itu
untuk melintasi rona – rona kasih sayang
di senja itu langit akan tertawa bersama sayap
sang Elang yang begitu gagah berani
Tembok – tembok kehidupan ia lalui
dalam menerawang bahasa antologi
Sayap di senja itu membawa
lelehan dunia ke dalam asa Ilahi


UKIRAN – UKIRAN KASIH

Duri dari bola mata itu teriringi Sang Sujud
adakah modal dari bagaskara yang datang
demi memilih ukiran-ukiran kasih
dari kehidupan di atas sanubari
untuk menghias tarian bayu
antologi cahaya
ukirlah seruling kasih itu
dengan ketulusan yang tercerita dengan nyenyak
Apa arti belaian kasih itu
jika Sang Dunia merengut tentang
artinya perpisahan dan persahabatan
maka jeritan itu akan bersorak sorai
di atas jeritan ukiran-ukiran kasih
Peluru itu terbang melayang memandang
langit dan bumi dengan penuh asamara
pori-pori kasih penuh ukiran
api-api kasih pun penuh dengan ukiran
yang terucap dengan kemarahan



BADAI ADALAH MAUT

Jeritan maut melambung dalam air mata
membuat lagu-lagu semut ingin menjatuhbangunkan
derita-derita dalam luluhan sang berlian
Dewi rembulan sembunyikan rembulan kehidupan
Badai adalah maut
yang menerjang di setiap helaian kursi kejahatan itu
Dunia ini adalah dunia yang terlahir dari rahim
Sang Khalik tapi
Badai itu mengahantam seluruh tarian hidup
lagu dan senandung maut mengakhiri Bulan pupus
hingga Badai adalah maut
Hati yang kian terbakar dalam rongga goa
menyenandungkan petikan lagu kasih dari Badan
oh, Badai yang menghantui malam yan jauh
sinarilah sang petunjuk untuk memendam api
Gunung-gunung tak kembali retak



ENTAH APA

Pesan yang datang itu telah membilur hati
rasa ini telah tertekan untuk membuka topeng itu
keharuan akan bintang mengingatkan aku untuk
mengalur antologi kehidupan
Entah apa yang terjadi
untuk menguntai sajak-sajak embun di pagi hari



JAUH

Ketika peluru bergaerak dari senapannya
aku terbangun dari mimpi salju yang penuh kasih
melihat derita anak-anak dari suara deru petir
lambaian bola mata pun terhampar dengan lemas
Lambat laun di pojok kanan dunia terpatri
dengan kukuh candi-candi tapi apa daya
sang maut telah mengahantam jeritan dunia itu dengan jauh.
dan di saat cahaya itu tenggelam
dunia pun sempat bertanya
Apa daya hidup ini. Ia pun membisu
Sang Khalik tau akan keberadaan orang yang sedang letih
tapi semua itu telah hilang, entah termakan oleh apa
Ibu dan Bapak Negeri menyeru dengan tangis dan terbangun
untuk mengukir kehidupan yang lebih anggun

(Alumnus Teater Asba SMP Negeri 23 Purworejo, Jawa Tengah, 2007)

09 Februari, 2010

ILUSI KU

Memang tak terasa selama berjalan menghembuskan nafas didunia itu banyak sekali maut yang kan menggodanya. Tapi disisi lain semuany terbakar bersama kemudahan, kadang aku bingung apa saja yang harus jalani, melihat manusia yang lain berkeliaram berlalu lalang mengitari jalan kota dengan wajah yang senang. Tapi aku tidak tahu apakah hatinya juga akan berkata begitu. Setahuku semuanya itu mambalut luka kadang mereka tak bisa ungkapkan seperti aku. Tapi aku beda, tak pernah seperti mereka aku walau ceria masih saja teringat masa kepahitan yang mendalam. Kapan aku bisa menghilangkan rasa seperti ini. Bahkan disuatu malam aku terjerat suatu kasus yang bisa menghancurkan semua hidupku. Aku jalani, dengan tekad aku menghadapi walaupun berhasil lolos dari itu tapi dilain sisi aku berkata "Apa arti semua ini?" bingung, menyendiri, menggolekkan lidah dengan perasaan campur tak karuhan.

Tapi dari situ aku harus bangkit bagaimana mendapatkan suatu keanugrahan. Aku memang harus bangkit menajani semua ini. Tuhan berilah kau petunjuk dan jalan sisiMu.

in memorian, Februari 2010

06 Januari, 2010

KETIKA AKU BERKATA SASTRA

Sastra… Tak asing lagi ditelinga kita saat kita dengar suara itu, namun mereka berangggap bahwa sastra itu seperti puisi, cerpen, dongeng, fabel dll. Padahal yang dinamakan sastra adalah suatu karya yang dapat dinikmati dalam bentuk tulisan dimana saja itu letaknya.
Tak lepas dari itu kita berikan sedikit usaha kita untuk berkarya sastra, karena dari situ kita bisa sedikit terbangun dari mimpi yang selama ini tertutup cahaya. Mewujudkan mipmi sejarah kita. Banyak manfaat yang dapat kita ambil dari sini diantaranya:
1. Dapat mengembangkan potensi yang kita miliki dalam berkarya.
2. Dapat menciptakan daya kreasi yang tinggi.
3. Punya perasaan yang halus.
4. Selalu ingin bercerita tentang hidupnya disuatu tulisan, sehingga kita banyak memiliki sejarah kehidupan.
5. Bisa memandang kedepan jika depan banyak hal yang akan kita lakukan.
6. Selalu bersaing dengan akal yang sehat
7. Menghilangkan stres dan tekanan hidup.
Itu sekilas tentang satra. Semoga dapat bermanfaat untuk semuanya.